Ditengah dinginnya malam yang sunyi, sepi, disertai geleger hujan dan kilatan petir. Keluarga Pak Daniel yang sedang pulasnya tertidur, karena dobrakan pintu rumah yang sangat kuat dari lingkup ruang tamu, mereka pun terbangun seketika.
Brakkkk.....
'' Eh Pah, suara apaan itu..?? Kita lihat yuk..! '', sentak Bu Andien yang merupakan istri dari Pak Daniel karena kaget. Sembari mengajak Pak Daniel untuk menengok suara gaduh yang didengarnya dari kisaran ruang tamu mereka itu.
'' Bukan apa-apa mah, papah masih ngantuk nih... Baikan kita tidur lagi..!! Huaah... '', gumam Pak Daniel memalas sembari menguap laksana kantuk yang disandangnya. Tanpa waktu yang cukup lama, Pak Daniel pun melanjutkan tidurnya yang sedikit tertunda oleh sang istri.
'' Papah..! Itu dengerin... Ada suara orang mengendap-endap di rumah kita!! '', paksa Bu Andien sembari mengoyak-oyak tubuh suaminya itu dan berharap sang suami tercinta suami mau bangun untuk menemaninya menengok kegaduhan di ruang tamunya.
Tak ada respon sedikitpun dari Pak Daniel dan ia tetap melangsungkan tidurnya yang tertunda serta abaikan kicau sang istri. Karena merasa telah lelah untuk membangunkan sang suami yang tetap saja hiraukan rasa cemasnya, Bu Andien pun beranikan diri untuk keluar sendiri serta mencoba menyisiri setiap bagian yang ada di kisaran ruang tamu.
'' Arrrggggh... Tolongin Arya mah... Papah... To... Tolong..!! '', teriak salah satu anak Pak Daniel dan Bu Andien histeris ketakutan.
'' Diam..!! '', gertak seorang penyusup dan mengancam anak pasangan suami istri itu agar diam.
Bu Andien yang mulanya disibukkan dengan penyisiran keanehan di ruang tamunya berlari seketika untuk menghampiri jeritan salah satu anaknya yang terngiang jelas di telinga ibu empat orang anak itu. Ketika ia sampai di kamar anaknya? Semua sudah terlambat.
Cleppp....
Sebuah mata pisau ditusukkan oleh seorang penyusup pada bagian perut anaknya dan semua terjadi di hadapan mata Bu Andien.
'' Arggh... ''
Teriak histeris Bu Andien laksana melihat anaknya terbunuh di depan mata kepalanya sendiri.
Melihat aksinya itu diketahui oleh Bu Andien. Sang penyusup kian menghampiri Bu Andien dan tak luput pisau yang habis digunakan untuk membunuh anak Bu Andien dicengkeramnya.
'' Ti-tidak...oh... Tidak. Jangan mendekat! Ja-jangan...jangan.... Awww... Pa-papah..!! ''
Tanpa perlawanan, orang misterius itu pun begitu mudah membunuh Bu Andien seraya sadis, hingga Bu Andien pun terkapar lemah tak berdaya. Setelah sang pembunuh misterius itu berhasil menumpas 1 lagi korbannya, ia kembali menarik mata pisau yang ditusukkannya itu.
***
Karena sepintas mendengar ada suara teriakan, Pak Daniel pun akhirnya terbangun kembali. Saat ia terbangun, sang istri sudah tidak berada lagi di sampingnya. '' Hah... Mamah kemana nih? '', gemuruh tanya pun mengepul dalam pemikiran Pak Daniel. Ia pun bergegas mencari sang istri yang ketika ia bangun sudah tidak lagi berada dì sampingnya. Setiap ruang, kamar mandi/wc telah Pak Daniel telusuri, tapi istri tercinta tetap tidak ada. Pak Daniel pun mencoba menengok kamar-kamar anaknya, tapi tetap saja sang istri tercinta tidak ada, bahkan! Salah satu anaknya pun turut menghilang entah kemana.